Kembali ke Berita
09 August 2026

Menteri PPPA Mendorong Lingkungan Belajar yang Aman Setelah Temuan Senjata di Sekolah Jaksel

Menteri PPPA Mendorong Lingkungan Belajar yang Aman Setelah Temuan Senjata di Sekolah Jaksel

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (PPPA) Arifah Fauzi telah mengeluarkan pernyataan prihatin atas temuan ratusan senjata dan narkoba di sekolah swasta di Jakarta.

Menurut informasi yang telah didapat, temuan senjata dan narkoba tersebut ditemukan di sekolah swasta yang terletak di Jakarta Selatan.

Arifah Fauzi mengatakan bahwa hal ini sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani oleh pihak sekolah dan pemerintah.

Arifah Fauzi juga mendorong lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak di Indonesia.

Menurutnya, anak-anak harus dapat belajar dengan aman dan nyaman di sekolah, tanpa adanya gangguan atau bahaya.

Arifah Fauzi juga mengatakan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi dan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.

Sumber Berita Utama: Klik Disini Untuk Membaca

Bagikan:

💬 Komentar Pengunjung (0)

Username disimpan di browser untuk memudahkan Anda berkomentar kembali.
Belum ada komentar disetujui. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Mungkin Anda Suka

Berita Terkait

Baleg DPR RI Terima Masukan Perubahan Status Jakarta dan Pengurangan Anggota DPRD untuk Prolegnas 2027

Baleg DPR RI Terima Masukan Perubahan Status Jakarta dan Pengurangan Anggota DPRD untuk Prolegnas 2027

Baleg DPR RI menerima berbagai masukan untuk penyusunan Prolegnas Prioritas 2027.

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Tangerang Berakhir Damai, Amnesty Dorong Pelaku Tetap Diproses Hukum

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Tangerang Berakhir Damai, Amnesty Dorong Pelaku Tetap Diproses Hukum

Kasus pembubaran kegiatan ibadah jemaat gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kec...

Gempa Mengguncang Bandung, BMKG Laporan 42 Gempa dalam 2 Hari

Gempa Mengguncang Bandung, BMKG Laporan 42 Gempa dalam 2 Hari

BMKG melaporkan 42 gempa mengguncang Kabupaten Bandung dari 16-17 September 2026.