Kembali ke Berita
19 June 2026

7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir

7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir

PT Brantas Abipraya (Persero) bersama tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar program Blue Impact di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan. Program ini bertujuan untuk melestarikan terumbu karang dan berdayakan masyarakat pesisir.

Blue Impact adalah program yang dikembangkan oleh BUMN untuk melestarikan lingkungan dan berdayakan masyarakat. Program ini telah digelar di beberapa lokasi di Indonesia, termasuk di Bali dan Lombok.

Di Pantai Minang Rua, program Blue Impact ini diikuti oleh 7 BUMN, yaitu PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk.

Program Blue Impact ini meliputi kegiatan penanaman terumbu karang, pengelolaan sampah laut, dan pelatihan masyarakat pesisir tentang cara melestarikan lingkungan. Program ini juga melibatkan masyarakat pesisir untuk berpartisipasi dalam kegiatan melestarikan lingkungan.

Menurut Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero), program Blue Impact ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan berdayakan masyarakat pesisir. "Kami ingin melestarikan terumbu karang dan berdayakan masyarakat pesisir untuk menjaga lingkungan," kata dia.

Program Blue Impact ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat lokal. "Kami sangat mendukung program Blue Impact ini karena sangat penting untuk melestarikan lingkungan dan berdayakan masyarakat pesisir," kata Kepala Desa Kelawi.

Program Blue Impact ini akan terus digelar di beberapa lokasi di Indonesia, termasuk di Lampung Selatan. Kami berharap program ini dapat membantu melestarikan lingkungan dan berdayakan masyarakat pesisir.

Program Blue Impact ini juga dapat menjadi contoh bagi program-program lainnya yang ingin melestarikan lingkungan dan berdayakan masyarakat pesisir.

Sumber Berita: Klik Disini

Bagikan:

💬 Komentar Pengunjung (0)

Username disimpan di browser untuk memudahkan Anda berkomentar kembali.
Belum ada komentar disetujui. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Mungkin Anda Suka

Berita Terkait

Makna Lagu 'Putih' Efek Rumah Kaca: Menghadapi Kematian dan Kehidupan

Makna Lagu 'Putih' Efek Rumah Kaca: Menghadapi Kematian dan Kehidupan

Lagu 'Putih' Efek Rumah Kaca menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta musik. Apa maknanya?

Mangrove Padang: KKP dan Pemerintah Kota Tanam 1.000 Bibit untuk Ekonomi Biru

Mangrove Padang: KKP dan Pemerintah Kota Tanam 1.000 Bibit untuk Ekonomi Biru

Kota Padang meningkatkan keseimbangan ekosistem pesisir dengan menanam mangrove.

Gunung Anak Krakatau: Destinasi Wisata yang Menarik untuk Mendaki dan Berwisata

Gunung Anak Krakatau: Destinasi Wisata yang Menarik untuk Mendaki dan Berwisata

Lokasinya yang berada di tengah laut membuat Gunung Anak Krakatau menjadi destinasi wisata yang menarik untuk mendaki da...